2

Wawancara Dengan Seorang Pedagang Sembako

Posted by Unknown on 1/11/2014
Berikut ini adalah wawancara saya dengan seorang Pedagang Sembako yang bernama ibu Dessy. Beliau lahir di Jakarta tanggal 31 Desember 1985, dan sudah berkeluarga dengan memiliki 1 orang putri. Meskipun awalnya hanya iseng saja, namun dia berniat membuka usaha lainnya.


Saya              : Selamat Siang ibu..?

Narasumber  : Siang...

Saya             : Maaf Bu, saya Budi dari Universitas Gunadarma, boleh saya ngobrol" sebentar dengan ibu?

Narasumber  : Boleh.., ada keperluan apa ya..?

Saya              : Saya ada Tugas dari kampus buat wawancarain seseorang, apa ibu bersedia menjadi narasumber saya?

Narasumber  : iya.. saya bersedia.

Saya              : Nama Lengkap ibu siapa..?

Narasumber  : Nama saya Dessy Harisandi

Saya              : Sejak kapan ibu berwirausaha ..?

Narasumber  : Saya mulai berwirausaha sejak tahun 2009.

Saya              : Bagaimana awal mula ibu bisa berdagang disini..?

Narasumber  : Awalnya saya hanya iseng saja, yaa.. untuk menambah uang belanja bulanan dan keperluan keluarga..

Saya              : Lalu dari mana ibu memiliki ide untuk merjualan disini..?

Narasumber  : Sebenernya saya ingin berdagang diluar rumah saya, tapi suami saya melarang, kata suami saya biar ga capek dan aman..

Saya               : Modal awal ibu waktu berjualan berapa ?

Narasumber   : Dulu.. modal awal saya lebih kurang 4juta, itu juga dulu saya pinjam ke saudara saya..

Saya               : Apa hambatan yang muncul pada saat ibu berjualan disini..?

Narasumber   : Hambatannya yaa..., merasa ada persaingan dalam berdagang, tidak bisa untung besar, yaa.. namanya juga berwirausaha.. haha..

Saya               : Kalau saya boleh tahu, omzet perhari ibu berapa..?

Narasumber   : Kalau omzet perhari, kalau lagi rame yaa sekitar 150-200 ribu/hari, tapi kalau sedang sepi ya paling 70 -100 ribu/hari, yaa ga tentu lah.. haha

Saya               : Kalau sebulan bisa dapat untung berapa..?

Narasumber   : Kalau untung perbulan yaa keuntungan bersih sekitar 2 juta mungkin..

 Saya               : Wah lumayan yaa, oh iya bu, apa ada kesulitan untuk modal yg diputar sehari..?

Narasumber   : Yaa paling kalau barang-barang sedang naik, yaa otomatis saya harus naikian harga dagangan saya..

Saya               : Ibu kalau beli barang-barang dagangan dari mana? Sulit ga dapatnya??

Narasumber  : Saya beli barang-barang dagangan saya dari pasar petojo.., gak sih karena dari awa saya dagang, saya sudah dikasih tau tempat-tempat beli barang dagangan sama orang tua saya..

Saya               : Oh ya bu, biasanya pembeli dari kalangan mana..?

Narasumber   : Biasanya sih ibu-ibu rumah tangga, ya belanja beras sama kebutuhan bulanan, tapi.. anak-anak juga banyak kok...

Saya               : Apa dari usaha ini, ibu bisa memenuhi kebutuhan keluarga ibu..?

Narasumber   : Iya bisa.., malahan lebih dari cukup dek..

Saya               : Apa ibu berencana membuka usaha lainnya, jika sewaktu-waktu ada peluang..?

Narasumber   : Iya kalau ada modal lebih.., siapa sih yg ga mau buka banyak usaha lainnya..

Saya               : Kalau ada peluang, ibu ingin buka usaha apa saja..?

Narasumber   : Maunya sih buka usaha warung nasi, tapi ya insyaallah tahun depan saya buka warung nasi kecil-kecilan...

Saya               : Apa sih kiat agar bisa mengembangkan usaha ibu..?

Narasumber  : Kiatnya yaa banyak-banyak berdoa sama tuhan, supaya rezekinya di beri kelancaran dan banyak-banyak bersabar..

Saya               : Ohh gitu, oke makasih ya bu sudah bersedia menjadi narasumber saya..

Narasumber   : Iya sama-sama, semoga lancar ya dek tugasnya.. haha





Begitulah wawancara saya dengan ibu Dessy, meskipun berawal dari iseng, tetapi jika dijalani dengan penuh kesabaran akan membawakan hasil yang maksimal :)


0

Control Unit

Posted by Unknown on 11/27/2013
I. Pengertian CU
Control Unit adalah salah satu bagian dari CPU yang bertugas untuk memberikan arahan/kendali/ kontrol terhadap operasi yang dilakukan di bagian ALU (Arithmatic Logical Unit) di dalam CPU tersebut. Output dari CU ini akan mengatur aktivitas dari bagian lainnya dari perangkat CPU tersebut.

Pada awal-awal desain komputer, CU diimplementasikan sebagai ad-hoc logic yang susah untuk didesain. Sekarang, CU diimplementasikan sebagai sebuah micro-program yang disimpan di dalam tempat penyimpanan kontrol (control store). Beberapa word dari micro-program dipilih oleh micro-sequencer dan bit yang datang dari word-word tersebut akan secara langsung mengontrol bagian-bagian berbeda dari perangkat tersebut, termasuk di antaranya adalah register, ALU, register instruksi, bus dan peralatan input/output di luar chip. Pada komputer modern, setiap subsistem ini telah memiliki kontrolernya masing-masing, dengan CU sebagai pemantaunya (supervisor).

II. Tugas CU
Tugas dari CU adalah sebagai berikut:
  1. Mengatur dan mengendalikan alat-alat input dan output.
  2. Mengambil instruksi-instruksi dari memori utama.
  3. Mengambil data dari memori utama kalau diperlukan oleh proses.
  4. Mengirim instruksi ke ALU bila ada perhitungan aritmatika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja.
  5. Menyimpan hasil proses ke memori utama.

 III. Macam-Macam CU

1. Single-Cycle CU
Proses di CUl ini hanya terjadi dalam satu clock cycle, artinya setiap instruksi ada pada satu cycle, maka dari itu tidak memerlukan state. Dengan demikian fungsi boolean masing-masing control line hanya merupakan fungsi dari opcode saja. Clock cycle harus mempunyai panjang yang sama untuk setiap jenis instruksi. Ada dua bagian pada unit kontrol ini, yaitu proses men-decode opcode untuk mengelompokkannya menjadi 4 macam instruksi (yaitu di gerbang AND), dan pemberian sinyal kontrol berdasarkan jenis instruksinya (yaitu gerbang OR).

Keempat jenis instruksi adalah “R-format” (berhubungan dengan register), “lw” (membaca memori), “sw” (menulis ke memori), dan “beq” (branching). Sinyal kontrol yang dihasilkan bergantung pada jenis instruksinya. Misalnya jika melibatkan memori ”R-format” atau ”lw” maka akan sinyal ”Regwrite” akan aktif. Hal lain jika melibatkan memori “lw” atau “sw” maka akan diberi sinyal kontrol ke ALU, yaitu “ALUSrc”. Desain single-cycle ini lebih dapat bekerja dengan baik dan benar tetapi cycle ini tidak efisien.

2. Multi-Cycle CU
Berbeda dengan unit kontrol yang single-cycle, unit kontrol yang multi-cycle lebih memiliki banyak fungsi. Dengan memperhatikan state dan opcode, fungsi boolean dari masing-masing output control line dapat ditentukan.

Masing-masingnya akan menjadi fungsi dari 10 buah input logic. Jadi akan terdapat banyak fungsi boolean, dan masing-masingnya tidak sederhana. Pada cycle ini, sinyal kontrol tidak lagi ditentukan dengan melihat pada bit-bit instruksinya. Bit-bit opcode memberitahukan operasi apa yang selanjutnya akan dijalankan CPU bukan instruksi cycle selanjutnya.

Copyright © 2009 Just a little post /.\ All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.